Pong: Video Game Komersial Pertama yang Sukses dalam Sejarah

Video game Pong dan para penemunya.
Foto mesin video game Pong bersama para penemunya.
(sumber: Military Times)

Tidak banyak orang yang bisa membayangkan industri video game yang bernilai ratusan miliar dolar sekarang ini berawal dari sebuah game yang hanya menampilkan dua balok putih dan satu titik yang memantuk di layar. Tidak ada karakter, tidak ada open world, bahkan tidak memiliki story sama sekali. Sangat sederhana, tapi dari sinilah sejarah berubah.

Pada tahun 1970-an, video game masih terdengar sangat asing bagi banyak orang, namun hadirlah sebuah mesin arcade yang bernama Pong. Gameplaynya sangat sederhana, dua orang pemain saling memantulkan bola layaknya bermain tenis meja, namun ternyata di balik kesederhanaannya inilah banyak orang yang rela mengantre untuk mencobanya. Inilah pertama kalinya sebuah video game mampu menarik perhatian publik dalam skala besar.
 
Pong sukses secara komersial dan ia menjadi titik balik sejarah yang membuktikan bahwa video game bisa menjadi bentuk hiburan yang diminati banyak orang sekaligus membuka jalan bagi lahirnya industri game modern.
 
Sejarah Pong
 
Pada tahun 1970-an, dunia hiburan masih didominasi oleh mesin pinball di arcade Lalu, setelah kemunculan Magnavox Odyssey di tahun 1972, Nolan Bushnell melihat peluang game tenis yang ada di konsol tersebut akan jauh lebih menarik jika dimainkan di mesin arcade. Bushnell yakin kalau orang bersedia memasukkan koin untuk memainkan video game, asalkan gamenya menyenangkan dan mudah dipahami.
 
Nolan Bushnell ini adalah seorang insinyur sekaligus pengusaha yang bekerja di Nutting Associates, ia membantu mengembangkan Coomputer Space yang dikenang sebagai game arcade komersial pertama dalam sejarah. Sayangnya, Computer Space tidak berhasil menarik perhatian pasar. Gamenya dianggap terlalu rumit bagi orang awam.
 
Ia memutuskan untuk keluar dari Nutting Associates dan bersama temannya, Ted Dabney, mendirikan Atari di tahun 1972. Nolan memiliki tim kecil yang juga diisi oleh seorang insinyur muda bernama Allan Alcorn, di mana ia belum pernah membuat video game sebelumnya dan Nolan memberi sebuah project untuk latihan yang meminta Alcom membuat game tenis sederhana yang terinspirasi dari Magnavox Odyssey. Ternyata, tidak hanya meniru konsep yang sudah ada, tapi ia juga menambahkan penyempurnaan seperti sudut pantulan bola yang berubah sesuai dengan posisi paddle, kecepatan bola yang meningkat seiring gameplay berjalan, hingga efek suara yang membuat game terasa lebih hidup.
 
Lahirlah Pong, sebuah video game tenis meja yang sangat mudah dipahami siapa saja, tidak membutuhkan tutorial panjang, tidak memiliki auturan yang rumit, dan bisa langsung dimainkan hanya dalam hitungan detik. Kesederhanaan inilah yang menjadi salah satu faktor terbesar kesuksesan Pong.
 
Mesin arcade Pong.
Mesin arcade Pong yang sudah dikomersilkan.
(sumber: Wikipedia)
 
Gameplay Pong.
Gameplay dari Pong, penyempurnaan dari game tenis di Magnavox Odyssey.
(sumber: Wikipedia)
 
Prototipe Memukau, Peluncuran pun Sukses
 
Prototipe pertama selesai dibuat, Atari memutuskan untuk mengujinya di salah satu bar bernama Andy Capp's Tavern yang ada di California. Tujuannya untuk melihat bagaimana tanggapan orang-orang terhadap Pong. Namun, tidak butuh waktu lama setelah dipasang, pemilik bar menghubungi mereka dan sempat mengira kalau mesinnya mengalami kerusakan. Setelah dicek, ternyata kerusakan diakibatkan oleh penuhnya kotak penyimpanan koin sehingga mekanisme tombolnya tidak bisa bekerja lagi.
 
Mereka kaget dan dari peristiwa ini membuktikan kalau banyak orang yang menikmati game Pong. Para pemain terus berdatangan sehingga kotak penyimpanan koin terus dipenuhi dalam waktu singkat. Uji coba ini memberikan keyakinan pada Atari bahwa Pong memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara luas.
 
Atari memproduksi Pong dalam jumlah banyak dan mendistribusikannya ke berbagai lokasi, terbukti keputusan ini sangat tepat. Tidak butuh waktu lama, mesin Pong bermunculan di bar, pusat hiburan, hingga tempat arcade game di berbagai kota. 
 
Prototipe mesin Pong.
Prototipe Pong yang ada di bar.
(sumber: Wikipedia)
 
Mesin Pong di lokasi arcade.
Mesin Pong yang berada di tempat arcade game.
 
Cara Kerja Pong
 
Mesin Pong tidak memiliki prosesor dan software, ia dibangun menggunakan rangkaian elektronik atau hardware. Saat pemain memasukkan koin, mesin akan mengaktifkan rangkaian logika elektronik yang dibuat menggunakan puluhan hingga ratusan komponen seperti transistor, TTL (transistor-transistor logic), resistor, kapasitor, dan dioda. Pada monitor akan menampilkan dua paddle vertikal, sebuah bola berbentuk kotak kecil, garis pembatas di tengah layar, dan papan skor di bagian atas.
 
Setiap pemain (2 orang) bisa mengendalikan paddle menggunakan sebuah rotary knop, yaitu kenop yang bisa diputar ke atasu atau ke bawah. Gerakan kenop tersebut langsung diterjemahkan oleh rangkaian elektronik menjadi pergerakan paddle di layar. Responnya terasa sangat cepat karena tidak ada proses sistem operasi atau software.
 
Bola di dalam game Pong bergerak sesuai dengan rangkaian logika di dalam mesin yang terus menghitung arah pergerakannya, terlihat acak namun sebenarnya tidak. Ketika bola mengenai paddle, sudut pantulannya berubah sesuai posisi benturan. Jika bola mengenai bagian tengah paddle, pantulannya akan cenderung lurus, jika mengenai bagian atas atau bawah paddle maka pantulannya akan memantuk dengan sudut yang lebih tajam. Mekanisme sederhana ini terasa seperti bermain tenis di dunia nyata.
 
Kecepatan bola akan meningkat secara bertahap selama game berlangsung, semakin lama kedua pemain berhasil memantulkan bola maka akan semakin cepat pergerakan bolanya. Setiap kali bola mengeni paddle, dinding, atau menghasilkan poin, mesin akan mengeluarkan bunyi yang dihasilkan langsung oleh hardware, bukan dari file audio.
 
 
Mesin Pong.
Penampakan bagian dalam mesin Pong.
 
Mesin Pong.
Motherboard mesin Pong.
 
Monitor di mesin Pong.
Monitor bawaan dari mesin Pong asli.
(sumber: Vintage Arcade Gal
 
Munculnya Pesaing dan Permasalahan Paten
 
Popularitas Pong berkembang dengan sangat cepat, permintaan game ini terus meningkat. Akibatnya, banyak perusahaan lain yang mulai mencoba membuat game serupa, dan benar saja bermunculan berbagai kloning Pong dengan konsep gameplay yang identik. Banyak perusahaan yang menjual mesin serupa dengan harga yang lebih murah.
 
Di zaman ini, video game masih belum memiliki aturan yang jelas mengenai hak kekayaan intelektual sehinga banyak produsen arcade melihat game sejenis Pong adalah peluang bisnis meskipun seperti copy cat. Perbedaannya biasanya terletak pada nama game, tampilan mesinnya, dan sedikit perubahan mekanisme. Namun bagi para pemainnya, perbedaan tidak begitu terasa, hampir semuanya sama.
 
Pong begitu populer dalam waktu singkat, hingga akhirnya Magnavox melihat bahwa Atari telah melanggar hak paten milik mereka. Magnavox berpendapat bahwa konsep game tenis elektronik ini telah digunakan Pong yang memiliki kemiripan dengan game tenis di Magnavox Odyssey, konsol rumahan pertama di dunia. Tuduhan ini pun bukan tanpa dasar, Nolan Bushnell memang pernah menghadiri demonstrasi Magnavox Odyssey dan mencoba langsung game tenis mereka. Fakta tersebut kemudian menjadi salah satu bukti penting dalam gugatan hukum yang diajukan Magnavox.
 
Tapi, Atari mengakhiri sengketa ini dengan berdamai di luar pengadilan. Hal ini dilakukan karena tidak mau berkepanjangan dengan masalah proses hukum yang berisiko, mereka pun setuju untuk membayar lisensi kepada Magnavox agar tetap dapat memproduksi dan menjual Pong. Permasalahan paten ini menjadi salah satu sengketa hak paten paling terkenal di dalam sejarah awal industri video game. Magnavox juga akhirnya belajar untuk menggunakan patennya untuk menggugat atau membuat perjanjian lisensi dengan banyak perusahaan lain yang memproduksi game bergaya Pong. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tidak lagi hanya berkaitan dengan teknologi dan kreativitas, tetapi juga masalah perlindungan hukum atas sebuah ide.
 
Kompetitor Pong.
Beberapa pesaing yang melakukan copy pada game Pong.
(sumber: The Dot Eaters)
 
Strategi Promosi Sederhana yang Efektif
 
Pong hampir tidak pernah pernah diiklankan pada awal peluncurannya, Atari mengandalkan pengalaman bermain langsung daripada iklan konvensional. Strategi yang mereka gunakan adalah menempatkan mesin Pong di berbagai lokasi yang ramai dikunjungi, seperti bar, restoran, dan pusat hibura. Begitu melihat orang lain bermain, banyak pengunjung merasa penasaran untuk mencobanya. Karena cara bermainnya yang mudah dipahami, pemain baru tidak memerlukan penjelasan panjang untuk menikmati game. Efek promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) lebih cepat menyebar, orang-orang yang menikmati Pong akan menceritakannya kepada teman atau keluarga sehingga banyak orang yang akhirnya datang untuk mencoba sendiri.
 
Selain mengandalkan lokasi strategis, Atari juga aktif memperkenalkan Pong kepada para pemilik arcade dan distributor mesin hiburan. Mereka memamerkan mesin Pong dalam berbagai pameran industri (trade show) untuk menunjukkan potensi keuntungan yang bisa diperoleh jika mesin tersebut ditempatkan di lokasi yang ramai. Sungguh menjadi investasi yang menarik karena mampu menghasilkan pemasukan dari koin yang terus berdatangan.
 
Semakin banyak mesin yang dipasang di berbagai kota, nama Atari maupun game Pong juga semakin dikenal oleh banyak orang. Dalam waktu yang relatif singkat, Atari berubah dari sebuah perusahaan kecil menjadi salah satu nama yang paling berpengaruh di industri video game.
 
Brosur iklan Pong.
Brosur iklan Pong.
 
Poster iklan Pong.
Poster iklan Pong.
(sumber: Facebook)

Comments